Gareth Southgate Harus Segera Mengambil Keputusan Besar

Gareth Southgate - Pelatih Timnas Inggris

Menjelang laga pertama timnas Inggris The Three Lions, pada turnamen Euro 2020, tepatnya 200 hari lagi. Gareth Southgate harus mengambil tindakan atau keputusan besar sesegera mungkin. Ini dikarenakan jadwal pertandingan antar klub yang cukup padat. Maka kekuatiaran Gareth Southgate patut dimaklumi. Hal ini mengingat banyak pemain yang bisa saja cedera dan tidak bisa tampil pada turnamen Euro 2020. Oleh karena itu, Southgate harus benar-benar memperhatikan kondisi para pemain mudanya.

Dan juga harus memilih siapa-siapa saja pemain yang sekiranya cukup fit serta tidak mudah cedera yang akan dimasukkan kedalam daftar starting XI pemainnya untuk Euro 2020. Mempunyai banyak pemain muda berbakat, ternyata cukup memusingkan juga ya?

Berikut ini adalah nama-nama yang sekiranya akan mengisi line-up starting XI untuk tim Inggris nantinya seperti yang dilansir dari dailymail.

Penjaga Gawang

Walaupun penampilan kiper nomor 1 Everton belakangan cukup jelek, Gareth Southgate masih tetap yakin akan kemampuan Jordan Pickford. Salah satu alasannya adalah karena Southgate merupakan penggemar besar Jordan Pickford. Namun hal tersebut bukanlah satu-satunya alasan kenapa Southgate tetap akan memilih Jordan Pickford sebagai kiper utamanya nanti. Hal ini karena walaupun di tingkat klub penampilan Pickford mengalami penurunan, namun di timnas Inggris, penampilan Pickford cukup bagus.

Baca juga:

Prediksi Pemenang Euro 2020 – Kuda Hitam Piala Eropa Edisi ke-16

Nama-nama lainnya seperti Nick Pope serta Dean Henderson sebenarnya cukup membahayakan posisi Jordan Pickford. Namun Dean Henderson yang hampir selalu menjadi pilihan kedua di Manchester United setelah De Gea kurang mendapatkan jam terbang. Sedangkan Nick Pope yang tampil bagus bersama Burnley juga tidak terlalu dilihat oleh Gareth Southgate.

Bek Tengah, Bek Kiri Serta Bek Kanan

Nama-nama seperti Eric Dier, Harry Maguire, Kyle Walker , Joe Gomez, Conor Coady serta Tyrone Mings menjadi penghias lini belakang timnas Inggris. Gareth Southgate sepertinya sudah memastikan duo Eric Dier dan Harry Maguire untuk mengisi slot bek tengahnya. Itu berarti hanya tinggal 1 slot lagi untuk seorang bek tengah. Atau jika Gareth Southgate hanya menggunakan sistem 4 pemain bertahan, maka hanya tinggal 2 slot bek yaitu untuk bek kiri dan bek kanan.

Timnas Inggris - Bek Kiri
Bermain apik di Liverpool bukan jaminan untuk Trent Alexander-Arnold

Walaupun tampil cemerlang bersama Liverpool, Trent Alexander-Arnold ternyata belum dipastikan akan mengisi slot utama bek kanan pasukan Gareth Southgate. Kieran Trippier dirasa lebih mempunyai jam terbang serta pengalaman. Namun hal ini memiliki kendala, karena Trippier masih menunggu hasil sidangnya terkait perjudian yang dilakukannya. Sanksi tidak boleh bermain untuk Trippier nantinya tentu akan sedikit menguntungkan Trent Alexander-Arnold. Namun saat ini, kedua pemain tersebut harus saling bersaing untuk mendapatkan slot utama bek kanan di timnas Inggris.

Sedangkan untuk bek kiri, Ben Chilwell menjadi pilihan pertama Gareth Southgate. Namun pemain muda Arsenal, Bukayo Saka memberikan tekanan yang cukup keras pada Ben Chilwell dengan penampilannya yang gemilang bersama The Gunners.

Gelandang Tengah Timnas Inggris

Penentuan siapakah yang seharusnya mengisi slot gelandang tengah ini merupakan salah satu dilema terbesar Gareth Southgate. Pelatih Inggris ini terlihat cenderung menggunakan 2 gelandang tengah ketika melawan tim yang lebih kuat dari mereka. Dan 2 gelandang tengah tersebut adalah Declan Rice dan Jordan Henderson.

Namun ada desas-desus antar pemain timnas Inggris lainnya. Yang mempunyai opini tersendiri mengenai siapa yang seharusnya bermain dan mengisi slot gelandang tengah tersebut. Dan salah satu nama yng terdengar adalah Harry Winks. Pemain muda berbakat yang bermain untuk Tottenham ini, berhasil mengantar Inggris menang 3-0 atas Irlandia dalam pertandingan persahabatan baru-baru ini. Dan pada saat melawan Belgia, Winks yang diturunkan pada babak ke-2 ketika Inggris tertinggal 2-0, mempunyai pengaruh yang cukup besar. Walaupun akhirnya tetap harus kalah 2-0, permainan timnas Inggris pada babak ke-2 mengalami perkembangan setelah Harry Winks masuk.

Hal inilah yang membuat rekan-rekan timnasnya mengusulkan Harry Winks untuk mendapatkan slot permanen sebagai pemain inti. Dan hal ini bisa dimengerti oleh Gareth Southgate.

Penyerang Timnas Inggris

Pilihan penyerang merupakan pilihan yang tidak terlalu memusingkan bagi Gareth Southgate. 2 pemain sudah hampir dipastikan untuk menjadi pemain inti, yaitu Harry Kane dan Raheem Sterling. Hal ini menyisakan 1 slot untuk penyerang.

Sebelumnya, nama yang sudah pasti akan melengkapi barisan penyerang adalah Marcus Rashford. Trio Kane, Sterling dan Rashford memang sudah terbukti cukup tajam pada kompetisi tingkat internasional.

Timnas Inggris - Jack Grealish
Penampilan Jack Grealish yang menanjak bersama Aston Villa, menarik perhatian Gareth Southgate.

Namun penampilan apik dari pemain-pemain muda lainnya yang belakangan begitu menangkap perhatian para penggemar sepakbola tentunya tidak bisa untuk tidak dihiraukan sama sekali. Ambil contoh saja Jack Grealish. Pemain yang berusia 25 tahun ini, belakangan bermain sangat apik untuk Aston Villa. Berposisi sebagai gelandang penyerang atau sayap di Aston Villa tidak membuat Southgate bingung. Karena jika dilihat dari ketajaman Grealish, dia juga cocok untuk dijadikan sebagai seorang penyerang.

Namun sayangnya, kecelakaan yang dialaminya di bulan Maret lalu yang berkaitan dengan mengemudi dalam keadaaan mabuk, mungkin akan membuat Southgate berpikir 2x untuk memasukkan namanya dalam skuad inti timnas Inggris.

Peluang The Three Lions pada Euro 2020

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, timnas Inggris kali ini termasuk salah satu favorit juara Euro 2020. Dan bisa dilihat kenapa. Skuad The Three Lions kali ini dirasa cukup kuat untuk bisa bersaing dengan tim-tim kuat lainnya seperti Spanyol, Belanda, Belgia ataupun Perancis. Kebanyakan dihuni pemain muda berbakat dengan kisaran usia antara 21-27 dan ditambah beberapa pemain senior yang berada pada usia prima mereka (antara 28-32 tahun). Inggris bisa dibilang salah satu kuda hitam Euro 2020.

Beberapa tahun belakangan, timnas Inggris dinilai mengalami penurunan kualitas yang cukup drastis. Walaupun terakhir kalinya The Three Lions memenangkan kompetisi besar adalah pada tahun 1966, dirasa skuad timnas Inggris masih mengalami penurunan dari yang sebelum-sebelumnya.

Namun hal ini sepertinya berhenti pada Piala Dunia 2018 kemarin. Karena Inggris berhasil melangkah hingga babak semi-final. Dan kala itu, pasukan Gareth Southgate bisa dibilang masih “hijau” dan mempunyai jam terbang yang tidak terlalu tinggi.

Setelah berselang 2 tahun dan menuju Euro 2020, bisa dipastikan pemain-pemain mudah Gareth Southgate mendapatkan pengalaman yang cukup banyak serta jam bermain yang tinggi pula. Oleh karena itu, permainan masing-masing individu dilihat lebih matang. Contohnya seperti Marcus Rashford yang menginjak usia 23 tahun, Dele Ali yang menginjak usia 24 tahun, Raheem Sterling yang menginjak usia 25 tahun. Banyak perubahan dari gaya bermain mereka.

Oleh karena itu, skuad The Three Lions untuk Euro kali ini diharapkan bisa mengulangi kesuksesannya seperti saat Piala Dunia 2018 kemarin. Atau bahkan diharapkan bisa melebihinya. Jika tidak bisa menjuarai, paling tidak, bisa melangkah hingga babak final.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*